Karangdoro – Pemandangan berbeda terlihat di Depan Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi pada Jumat (20/2/2026).Santri yang biasanya berkutat dengan kitab kuning, kali ini tampak serius menyimak paparan dari seorang prajurit TNI.
Adalah Serda M. Riza Ziaul Hack, Babinsa Desa Karangdoro, yang hadir di tengah-tengah santri untuk memberikan pembekalan Wawasan Kebangsaan (Wasbang). Kehadiran sosok berseragam loreng ini bukan dalam rangka pengamanan, melainkan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme di lingkungan pesantren.
Dalam pemaparannya, Serda M. Riza menekankan bahwa santri memiliki peran sejarah yang sangat besar dalam kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, di era digital seperti sekarang, tantangan yang dihadapi santri bukan lagi penjajah fisik, melainkan serbuan ideologi radikal dan disinformasi.
”Santri adalah pilar penting bangsa. Melalui wawasan kebangsaan ini, kita ingin adik-adik santri di Ponpes Darussalam tetap memiliki jiwa patriotisme yang kuat, serta mampu memfilter segala bentuk paham yang ingin memecah belah persatuan,” ujar Serda M. Riza di hadapan para santri.
Pihak pengasuh Ponpes Darussalam menyambut baik inisiatif dari Koramil Tegalsari melalui Babinsa ini. Kegiatan ini dinilai sangat relevan untuk menyelaraskan nilai-nilai keagamaan (Hubbul Wathon Minal Iman) dengan kewajiban menjaga kedaulatan negara.
”Kami sangat mengapresiasi kehadiran Pak Babinsa. Ini menjadi pengingat bagi santri bahwa mencintai tanah air adalah bagian dari iman,” ungkap salah satu pengurus pesantren.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang waktu salat Jumat tersebut berjalan dengan khidmat dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif. Para santri tampak antusias melontarkan pertanyaan terkait cara menghadapi isu-isu global yang mengancam persatuan bangsa.
