Tegalrejo– Di tengah tantangan pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau, aparat TNI dari Posramil 0825/23 Tegalsari, Kodim 0825/Banyuwangi, hadir sebagai solusi nyata. Babinsa Desa Tegalrejo, Serka Sadarman Lase, pada hari Rabu (17/12/2025), turun langsung ke lokasi melaksanakan pendampingan pengeboran sumur di Dusun Bulurejo, Desa Tegalrejo, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dan petani setempat menjamin ketersediaan air irigasi bagi puluhan hektare lahan sawah yang ada di Dusun Bulurejo.
”Musim tanam kali ini tantangannya adalah air. Tanpa pasokan yang cukup, hasil panen bisa anjlok drastis, bahkan gagal panen. Oleh karena itu, pengeboran sumur ini adalah solusi cepat dan tepat untuk mengamankan produksi padi kita,” jelas Serka Sadarman Lase di sela-sela kegiatan.
Pendampingan ini memastikan proses pengeboran berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran. Sumur bor yang dihasilkan nantinya akan dipergunakan secara kolektif oleh kelompok tani untuk pengairan sawah, sehingga memutus ketergantungan pada saluran irigasi tradisional yang sering kering.
Serka Sadarman Lase (Babinsa) menjadi motor penggerak utama dalam kegiatan yang dilaksanakan pagi hari ini di Dusun Bulurejo. Ia berkolaborasi langsung dengan tokoh masyarakat dan anggota kelompok tani.
”Kehadiran Babinsa bukan hanya mengawal keamanan, tapi juga mengawal ketahanan pangan. Ini adalah bentuk nyata sinergi TNI dengan petani untuk mencapai swasembada pangan daerah,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani, Bapak Sugianto.
Bagaimana Babinsa bertindak? Serka Sadarman Lase melaksanakan pengawasan teknis dan non-teknis. Ia memastikan kedalaman bor sesuai standar, lokasi pengeboran strategis, serta mengedukasi kelompok tani mengenai perawatan dan pembagian air yang adil setelah sumur selesai. Tujuannya adalah agar sumur bor ini memiliki masa pakai yang panjang dan manfaat yang optimal bagi seluruh petani Bulurejo.
Dengan adanya sumur bor baru ini, diharapkan potensi gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisir, dan target produksi padi di Kecamatan Tegalsari dapat tercapai dengan baik, menjamin pasokan beras untuk masyarakat Banyuwangi.
