Babinsa Karangdoro dan Tegalsari Turun Gunung Beri Materi Krusial di MTs Salafiyah

Tegalsari – Dua sosok anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Posramil p825/23 Tegalsari, Babinsa Desa Karangdoro, Serda M. Riza Ziaul Hack, dan Babinsa Desa Tegalsari, Serda Redi Agus Prasetyo, mengambil peran vital di lingkungan pendidikan. Kedua Babinsa tersebut hadir untuk memberikan penyuluhan materi krusial mengenai Bahaya Narkoba dan Bahaya Bullying kepada ratusan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Tegalsari.

​Kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada hari Minggu, 14 Desember 2025. Alih-alih kegiatan militer rutin, kedua prajurit tersebut memilih untuk turun langsung ke sekolah sebagai bagian dari program Pembinaan Teritorial (Binter) yang humanis dan proaktif.

​Serda M. Riza Ziaul Hack (Babinsa Karangdoro) dan Serda Redi Agus Prasetyo (Babinsa Tegalsari) bertindak sebagai narasumber utama. Mereka bekerjasama dengan pihak MTs Salafiyah Tegalsari, yang diwakili oleh Kepala Sekolah dan para guru, dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman laten di lingkungan sosial.

​Pelaksanaan penyuluhan dipusatkan di MTs Salafiyah Tegalsari. Lokasi ini dipilih karena merupakan pusat pendidikan formal yang menjadi tempat berkumpulnya remaja usia rentan yang perlu dibekali pengetahuan pencegahan sejak dini.

​Serda M. Riza Ziaul Hack menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah pencegahan dini.

“Narkoba dan bullying adalah dua ancaman serius yang mengintai masa depan anak-anak kita. Sebagai Babinsa, kami tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga harus memastikan generasi penerus terbebas dari hal-hal yang merusak mental dan fisik,” tegas Serda Riza.

​Sementara itu, Serda Redi Agus Prasetyo fokus menyampaikan dampak psikologis dan hukum dari tindakan bullying. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan empati dan solidaritas di antara para siswa.

​Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan diselingi diskusi terbuka. Para Babinsa tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga memberikan studi kasus nyata mengenai bahaya narkoba, serta simulasi cara menghadapi dan melaporkan kasus bullying.

​Kepala MTs Salafiyah Tegalsari, Bapak H. Syaiful, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif TNI.

​”Kami berterima kasih kepada Bapak-bapak Babinsa yang telah memberikan wawasan yang sangat berharga. Pendekatan dari TNI memberikan dampak yang kuat dan pesan yang disampaikan lebih mengena di hati para siswa,” ujarnya.

​Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi penerus bangsa yang sehat mental, fisik, dan bebas dari jerat narkoba maupun tindakan perundungan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *