Tegalsari – Pagi yang tenang di Koramil 0825/23 Tegalsari mendadak khidmat saat Danposramil, Peltu Mujiono, mengumpulkan seluruh anggotanya dalam sebuah apel mendadak. Di bawah langit cerah Jumat (13/2/2026), ada pesan krusial yang ditekankan sebelum para personel terjun ke lapangan.
Bukan sekadar rutinitas, pengarahan ini menjadi kompas bagi para Babinsa agar tetap presisi dalam menjalankan tugas kewilayahan. Peltu Mujiono menegaskan bahwa kesiapan fisik saja tidak cukup tanpa dibekali pemahaman taktis dan etika saat berbaur dengan masyarakat.
Dalam arahannya, Peltu Mujiono menekankan pentingnya responsibilitas anggota terhadap dinamika di Desa Tegalsari. Ia meminta setiap prajurit untuk menjadi “telinga dan mata” yang solutif bagi warga.
”Kita bukan hanya sekadar hadir, tapi harus memberikan dampak. Jumat ini banyak agenda kemasyarakatan, saya instruksikan seluruh anggota untuk mengedepankan pendekatan humanis namun tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan,” ujar Peltu Mujiono di hadapan jajaran personel Koramil 0825/23 Tegalsari, Jumat (13/2).
Menutup pengarahannya, Peltu Mujiono mengingatkan bahwa netralitas dan kedisiplinan prajurit adalah marwah institusi. Ia tidak ingin ada celah kesalahan sekecil apa pun yang dapat merugikan nama baik satuan di mata warga Tegalsari.
”Tugas kita berat namun mulia. Pastikan kehadiran TNI di tengah masyarakat hari ini menjadi peneduh dan pemberi solusi,” pungkasnya sebelum membubarkan barisan untuk memulai kegiatan kewilayahan.
Kegiatan pun dilanjutkan dengan keberangkatan para Babinsa ke desa binaan masing-masing untuk melaksanakan pemantauan wilayah dan bakti sosial Jumat Bersih.
