Karangmulyo – Pagi yang masih berkabut di Dusun Kaligesing tak menyurutkan langkah Serka Suwadi. Dengan sepatu bot yang mulai terbenam lumpur, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karangmulyo ini tampak cekatan mengangkat cangkul bersama puluhan petani setempat.
Tepat pada Jumat Pahing, 6 Februari 2026. Sebuah aksi nyata bertajuk Karya Bakti TNI digelar. Fokusnya satu: memulihkan “urat nadi” pertanian Desa Karangmulyo yang sempat tersumbat.
Perbaikan saluran irigasi di lahan pertanian Dusun Kaligesing, Kecamatan Tegalsari ini bukan tanpa alasan. Intensitas hujan yang fluktuatif belakangan ini menyebabkan pendangkalan dan kerusakan dinding irigasi, yang jika dibiarkan, mengancam distribusi air ke puluhan hektar sawah warga.
”Air adalah kunci. Kalau alirannya terhambat karena sedimentasi atau jebol, dampaknya langsung ke kantong petani. Kita tidak ingin produktivitas padi di wilayah Tegalsari menurun hanya karena masalah teknis saluran,” ujar Serka Suwadi di sela-sela kegiatannya, Jumat (6/2/2026).
Gaya komunikasi Serka Suwadi yang persuasif membuat warga antusias. Tidak hanya memperbaiki fisik saluran, kegiatan ini menjadi wadah serap aspirasi antara TNI dan masyarakat desa.
