Banyuwangi – Kabar simpang siur mengenai rencana penggusuran Pasar Desa Tapanrejo akhirnya terjawab. Kepala Desa Tapanrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi secara tegas menepis isu penutupan aktivitas dagang dan meluruskan bahwa yang tengah direncanakan adalah langkah besar pembenahan kawasan niaga desa.
Isu yang sempat memicu keresahan di kalangan pedagang dan warga dalam beberapa hari terakhir ini diklarifikasi langsung oleh Pemerintah Desa.
Alih-alih penggusuran, pihak desa justru tengah mematangkan konsep revitalisasi total guna menciptakan pusat ekonomi yang lebih modern, bersih, dan tertata.
Kepala Desa Tapanrejo menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini dinilai sudah kurang representatif untuk mendukung aktivitas ekonomi yang kian tumbuh. Penataan ulang ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kenyamanan, baik bagi penjual maupun pembeli.
”Saya ingin tegaskan, tidak ada penggusuran yang mematikan mata pencaharian. Yang ada adalah penataan ulang atau revitalisasi. Kita ingin pasar kita ini lebih tertib, tidak kumuh, dan memiliki sistem pembuangan serta parkir yang layak” ujar Kades Tapanrejo saat ditemui di kantornya, Jumat (26/12/2025).
Pemerintah Desa menjamin bahwa proses ini akan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pedagang melalui musyawarah. Kades memastikan tidak akan ada kebijakan yang diambil secara sepihak tanpa mendengarkan aspirasi dari paguyuban pedagang.
”Langkah awal kami adalah sosialisasi dan dialog. Kita ingin pedagang merasa memiliki pasar yang baru nanti. Jika pasarnya bersih dan tertib, pembeli pasti lebih banyak yang datang, dan itu menguntungkan semua pihak,” pungkasnya. (***)
